Blog

Penyakit Kulit Yang Sering Menyerang Orang Indonesia

7-Penyakit-Kulit-yang-Sering-Menyerang-Indonesia

Di negara-negara tropis, terutama negara yang masih tergolong negara berkembang, penyakit kulit masih sangat umum ditemukan. Tak terkecuali di Indonesia, ada beberapa penyakit kulit yang masih menghantui para rakyatnya. Faktornya bermacam-macam, mulai dari suhu, lingkungan, atau bahkan dari kebersihan diri sendiri. Kira-kira penyakit kulit apa saja yang sering terjadi di Indonesia?

Penyakit kulit yang sering menyerang orang Indonesia

1. Panu

Panu adalah salah satu penyakit kulit yang sering dijumpai di negara beriklim tropis seperti Indonesia. Penyakit yang dalam dunia medis dikenal dengan nama tinea versicolor atau pityriasis versicolor ini merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penyebab panu ini adalah jamur malassezia furfur atau pityrosporum ovale.

Jamur penyebab penyakit kulit panu ini muncul bisa dikarenakan kebersihan diri yang kurang terjaga, atau melalui penularan dari orang lain.Walaupun bisa mengenai kulit mana saja, panu biasanya paling sering muncul di punggung, dada, leher, dan lengan atas.

2. Kurap atau kadas

Kurap merupakan infeksi jamur pada kulit. Kurap dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi atau dengan benda yang terkontaminasi, seperti hewan, handuk, selimut, pakaian, tempat tidur, dan lainnya. Kurap pada kulit kepala dapat menyebabkan rambut rontok bahkan kebotakan.

3. Kudis

Kudis merupakan infeksi pada kulit yang disebabkan oleh tungau, yaitu serangga kecil dari keluarga laba-laba. Tungau dapat berpindah karena kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Tungau dapat hidup hanya beberapa hari pada tubuh dan tidak dapat loncat atau terbang. Tanda-tanda dari kudis adalah munculnya ruam dan sangat gatal, biasanya pada malam hari. Pada anak-anak, biasanya ruam muncul di kepala, leher, telapak tangan, telapak kaki, dan di antara jari.

4. Frambusia, yang juga penyebab sipilis

Frambusia atau biasa dikenal patek,  adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri yang menular melalui kontak langsung. Penyakit ini banyak ditemui terutama di wilayah timur Indonesia. Penyakit merupakan infeksi kronis yang menyerang kulit, tulang, dan tulang rawan. Penyebabnya adalah bakteri treponema pallidum, yang tak lain juga menyebabkan sipilis.

Namun frambusia tidak menyerang kelamin sebagaimana sipilis. Penyakit ini ditemukan di negara tropis yang menyebabkan bentol-bentol dan luka di kulit ini. Sejak tahun 1990-an sampai sekarang, penyakit ini hanya ditemukan di beberapa negara tropis termasuk Indonesia.

5.  Jerawat

Jerawat, juga disebut acne vulgaris, adalah suatu kondisi kulit yang terjadi saat folikel rambut Anda tersumbat dengan kulit mati dan minyak yang mengakibatkan peradangan. Jerawat dapat berupa bintil merah ringan hingga jerawat kistik yang nyeri. Jerawat biasanya terdapat pada wajah, pundak, punggung, dan dada. Jerawat dapat menyebabkan stress emosional dan dapat meninggalkan bekas ‘bopeng’ atau warna kulit yang menghitam.

6. Pediculosis atau kutu rambut

Infeksi kulit rambut pada manusia bisanya juga disebut sebagai pediculosis capitis. Kutu rambut biasanya juga bersifat parasit, karena mereka menjadikan darah manusia sebagai makanannya. Pedikulosis juga sangat mudah menular dan dapat menjadi gatal berlebih di rambut. Umumnya, kutu rambut ini menyerang anak-anak, tapi tak jarang juga kalau orang dewasa atau bahkan hewan berbulu bisa terjangkit.

7. Eksim

Eksim yang dikenal sebagai dermatitis atopik, adalah kondisi kulit kronis yang menyebabkan serangan gatal-gatal dan kemudian menghilang untuk beberapa waktu. Eksim membuat kulit menjadi meradang, gatal, kering dan pecah-pecah. Bagian kulit kering tersebut dapat muncul di kulit kepala, dahi dan wajah.

Penyakit ini umum, dan sering menyerang anak-anak hingga orang lanjut usia. Penyebab eksim belum teridentifikasi. Namun para peneliti mempercayai beberapa pemicu dapat menyebabkan eksim. Orang-orang dengan alergi dapat memiliki eksim atopik, seperti orang dengan alergi makanan atau asma.

Source : 

obat gatalgatal pada selangkangancara mengatasi gatal pada selangkangancara mengobati alergicara mengobati gatal alergigatalpi kang wang cibinonggatal gatal di selangkangancara mengatasi gatal pada kulitobat kulitcara mengobati gatal pada kulitdan cara mengobati gatal di selangkangan, Pian si huang, obat kulit, Noehade, noehade spray cair, noe hade spray cair,

Yang Harus Dilakukan Saat Kena Ulat Bulu (Plus Cara Mengatasi Gatalnya)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri – Dokter Umum.

kena-ulat-bulu

Ketika berada di luar ruangan, apalagi di tempat yang cukup rimbun, tak ada yang tahu bila tiba-tiba ulat bulu menyerang. Ketika kulit kena ulat bulu, Anda mungkin langsung panik lantaran merasa geli dan takut keracunan. Ya, bulu atau duri pada ulat memang mengandung racun khusus yang digunakan untuk mempertahankan diri dari pemangsanya.

Lalu apa yang harus dilakukan kalau Anda kena ulat bulu? Apakah ada cara untuk meredakan gejalanya? Simak informasi lengkapnya di bawah ini, ya.

Pertolongan pertama saat kena ulat bulu

Kalau ulat bulu tiba-tiba menempel pada kulit, jangan diambil dengan tangan telanjang! Anda juga sebaiknya tidak memukulnya selama masih ada di permukaan kulit. Memukul ulat hanya akan menyebarkan racunnya ke bagian tubuh Anda yang lain. Singkirkan atau cungkil ulat dengan kertas, ranting, atau daun.

Setelah ulat terlepas, jangan menyentuh kulit, apalagi menggaruknya. Cari selotip, lakban, atau plester bersih. Tempelkan di bagian kulit yang kena ulat dan cabut sekuatnya. Ulangi lagi beberapa kali dengan selotip yang baru. Hal ini berfungsi untuk mencabut sisa bulu atau duri ulat yang masih tertinggal di kulit Anda.

Supaya kulit benar-benar bersih dari racun ulat bulu, basuh dengan air dan sabun. Tidak perlu digosok terlalu lebar karena racunnya bisa pindah ke bagian tubuh lain. Kemudian keringkan dengan cara menepuk pelan area yang keracunan.

Gejala keracunan ulat bulu

Tak lama setelah Anda kena ulat bulu, tubuh pun mulai menunjukkan berbagai gejala keracunan. Berikut adalah tanda-tanda yang normal dan biasa muncul setelah kena serangan ulat bulu.

  • Muncul ruam atau bentol pada kulit yang keracunan
  • Kulit gatal, perih, kemerahan, dan bengkak
  • Jika bulunya masuk mata, Anda mungkin mengalami iritasi mata
  • Jika bulunya masuk saluran pernapasan, Anda mungkin jadi sulit bernapas dan batuk-batuk
  • Jika ulat bulu tertelan (biasanya pada balita), Anda mungkin muntah-muntah, iritasi mulut dan bibir, atau mengiler

Mengatasi gatal dan gejala keracunan ulat bulu lainnya

Keracunan ulat bulu bisa disembuhkan. Namun, seberapa cepat penyembuhannya bergantung pada spesies ulat, kondisi kekebalan tubuh Anda saat itu, seberapa parah kontak antara kulit dan ulat, serta penanganan yang diberikan. Berikut adalah panduan mengobati gatal dan gejala keracunan ulat bulu lainnya.

  • Kompres bagian kulit yang gatal atau sakit dengan es batu yang dibungkus kain lembut. Diamkan selama 15-20 menit. Ulangi terus setiap satu jam sampai Anda merasa lebih nyaman.
  • Oleskan losion calamine atau bedak antialergi pada area yang gatal.
  • Jangan menggaruk kulit yang gatal. Menggaruk hanya akan menimbulkan luka dan infeksi lantaran jaringan kulit Anda sedang bermasalah saat ini.
  • Minum obat alergi misalnya cetirizine dan diphenhydramine.
  • Minum obat pereda nyeri misalnya ibuprofen atau paracetamol.

Kapan harus ke dokter?

Anda sebaiknya periksa ke dokter bila kulit yang kena ulat mulai tampak melepuh atau bernanah. Namun, kalau Anda memang merasa sangat tidak nyaman atau gejalanya cukup parah, silakan langsung ke dokter. Bila putra dan putri Anda di bawah usia dua tahun yang kena ulat, jangan memberikan obat-obatan sebelum berkonsultasi dengan dokter anak.

Source

 

Continue reading “Yang Harus Dilakukan Saat Kena Ulat Bulu (Plus Cara Mengatasi Gatalnya)”